HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI PROTEIN PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANASABA
Abstract
Latar Belakang: Kurang Energi Protein (KEP) merupakan masalah gizi yang sering ditemukan di negara berkembang, salah satunya indonesia. KEP ini merupakan kondisi dimana tubuh anak yang mengalaminya terlihat kurus dan lemas dan berat badannya tidak sesuai dengan umurnya. Salah satu penyebab tidak langsung terjadinya KEP adalah pengetahuan orang tua tentang gizi yang seimbang untuk anaknya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Kejadian Kurang Energi Protein (KEP) pada anak usia 2-5tahun.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah study korelasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi sejumlah 40 orang, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dan sampel sebanyak40orang.
Hasil: Hasil uji statistic dengan Spearmann rank menunjukkan p-value 0,000, dan koefisen korelasi0,767
Kesimpulan: Ada Hubungan signifikan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Kejadian Kurang Energi Protein (KEP) pada anakusia 2-5 tahun di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba.
References
Jakarta: KencanaPrenada Media Group.
Aeda Ernawati. 2012. Mendeteksi Gizi Buruk Pada Balita Detecting Malnutrition In Toddlers. Kantor Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Pati. (online). http://litbang.patikab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=138:mendeteksi-g.. Diakses 15 Maret 2019.
Akhmadi, 2013. Hubungan antara pola Asuh dengan kejadian energi protein (KEP) pada anak balita di kecamatan imogiri bantul (Tesis). Yogyakarta:UGM
Almatsier S. 2012.Prinsip dasar ilmu gizi. PT. Jakarta: Gramedia PustakaUtama. Arisman. 2010. Gizi dalam daur kehidupan. Edisi 2 Jakarta:EGC.
Astuti, FD., 2013. Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Tingkat Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Anak Prasekolah dan Sekolah Dasar di Kecamatan Godean. Jurnal Kesmas. 7 : 15-20.
CDC, 2010. CDC BMI-for-age growth charts for girls and boys. http://www.cdc.gov/nchs/data/series/sr_11/sr11_246.pdf. diakses pada tanggal17 Maret 2019.
Departemen Kesehatan RI. 2018. Laporan nasional riset kesehatan dasar(RISKESDAS) tahun 2010. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.Jakarta: Depkes RI.
Departemen Kesehatan RI. 2010.Petunjuk teknis tatalaksana anak gizi buruk.Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Depkes RI.
Dikes Lombok Timur. 2019. Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Lombok Timur.
Lomboktimur.go.id. diakses pada 1 april 2019.
Fitriani. (2011). Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Firdaus, A., 2012. Deskripsi Pengetahuan, Karakteristik, Pelayanan Kesehatan Dan Perilaku Ibu Dalam Pemberian Makanan Pada Balita Gizi Kurang DiKecamatan Meral Kabupaten Karimun. Universitas Gadjah Mada. Tesis
Hartono, 2016. Status Gizi Balita dan Interaksinya. Jurnal Mediakom:Jakarta
Kemenkes.RI, 2018.Pedoman Penatalaksanaan Kurang Energi Protein.
KemenkesRi.go.id. diakses pada 1 April 2019.
Kemenkes.RI, 2020. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta:Kemenkes RI Krisnansari, 2010. Nutrisi dan Gizi Buruk. Mandala of Health.
Marimbi Hanum, 2017. Tumbuh Kembang Status Gizi dan Imunisasi Dasar pada Balita. Nuha Medika, Yogyakarta
Mubarak. Wahid Iqbal. (2014). Promosi Kesehatan. Jogjakarta : Grahailmu. Notoatmodjo, S. 2012, Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta;Jakarta.
Razak, Adni Abdul. 2011. Pola Asuh Ibu sebagai faktor resiko kejadian kurang energi protein (KEP) pada anak balita. Jurnal Klinik Gizi Indonesia Vol VI, No 2 November 2011.
Suprasiasa DN, Bakri B, Fajar I. 2012.Penilaian status gizi. Jakarta: EGC
Suyadi, Edwin Saputra. 2010. Kejadian KEP. Jakarta: Universitas IndonesiaThe United Nations Children’s Fund (UNICEF). 2016. Progress for children a report card on nutrition. Unicef. Diakases pada 30 Januari 2020
Wahyudi Istiono, Heri. S, Muhamad. H, Irnizarifka, Andre. D, Adrian. H, dkk., 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita. Jurnal Keperawatan USU edisi IV tahun 2011. Diakses Pada 30 Januari 2019.
Widodo. 2018. Psikologi Belajar. Jakarta: RinekaCipta.
Authors who publish with ProHealth Journal agree to the following terms:
-
Authors retain copyright and grant ProHealth Journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to remix, adapt and build upon the work with an acknowledgment of the work's authorship and of the initial publication in ProHealth Journal.
-
Authors are permitted to copy and redistribute the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in ProHealth Journal.