Hubungan Stres dan Status Pekerjaan Ibu dengan Kejadian Preeklampsia di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat

  • Baiq Disnalia Siswari STIKES HAMZAR
  • Supiani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hamzar Mamben Lombok Timur
  • Desak Gede Sri Baktiasih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hamzar Mamben Lombok Timur
Keywords: Stress, Status Pekerjaan, Preeklampsia

Abstract

ABSTRAK

Hampir 75% dari semua kematian ibu disebabkan oleh adanya komplikasi pada saat kehamilan, persalinan dan nifas. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi yang menyebabkan angka kematian ibu. Faktor stres, pekerjaan, aktivitas fisik, usia ibu, jarak persalinan, paritas merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya preeklampsia. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan stres dan status pekerjaan ibu dengan kejadian preeklampsia di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 57 ibu hamil yang mengalami preeklampsia, dengan tekhnik pengambilan sampel total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan p-value 0,016 < α (0,05) maka dapat disimpulkan ada hubungan secara signifikan status pekerjaan ibu hamil dengan kejadian preeklampsia. Hasil uji Chi Square p-value 0,015 < α (0,05) disimpulkan bahwa ada hubungan secara signifikan tingkat stres ibu hamil dengan kejadian preeklampsia di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat. Agar ibu hamil mempersiapkan diri dalam menghadapi kehamilan dan persalinan. Dengan perencanaan yang baik, mengatur pola hidup, prilaku hidup bersih dan sehat, pemeriksaan secara teratur dan mampu mengenali penyulit dalam kehamilan agar terhindar dari komplikasi.

Kata Kunci: Stres, Status Pekerjaan, Preeklampsia.

ABSTRACT

Almost 75% of maternal deaths are caused by complications during pregnancy, childbirth and post partum period. Preeclampsia is one of the complications that causes maternal mortality. Stress factors, work, physical activity, maternal age, delivery distance, parity are one of the factors that cause preeclampsia. this study to determine the relationship between stress and maternal employment status with the incidence of preeclampsia in Patut Patuh Patju Hospital, West Lombok Regency .This type of research is quantitative research. With a cross-sectional design with a total sample of 57 pregnant women with preeclampsia, with a total sampling technique. The analysis used is univariate and bivariate analysis.
Based on the results of the Chi Square test, p-value of 0.016 < (0.05) was obtained, it can be concluded that there is a significant relationship between the employment status of pregnant women and the incidence of preeclampsia. The results of the Chi Square p-value of 0.015 < (0.05) concluded that there was a significant relationship between stress levels of pregnant women and the incidence of preeclampsia in Patut Patuh Patju Hospital, West Lombok Regency. In order for pregnant women to prepare themselves in the face of pregnancy and childbirth. With good planning, regulating lifestyle, clean and healthy living behavior, regular checkups and being able to identify complications in pregnancy to avoid complications.

Keywords: Stress, Job Status, Preeclamps

References

Ana Mariza, dkk (2015). Hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia berat pada ibu bersalin di RSUD H. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung.
Angsar, M D. 2011. Hipertensi Dalam Kehamilan Ilmu Dalam Kebidanan. Sarwono Prawirohardjo Edisi IV. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.
Annisa Yusmutia, 2019. Analisis Aktivitas Fisik dan Stres Pada Ibu Hamil di Puskesmas Plaju.
Arikunto, Suharsimi. (2015). Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Cuningham, dkk (2014). Obstetri Williams. Jakarta : EGC.
Conrad, S., Wiliam, C. (2011). Kamus Kedokteran (3rd ed). Jakarta: PT Indeks.
Contrada et al. (2001). Ethinicity –Related Sources of stress and Their Effects on Well-Being.
Desi Trisiani (2016) Hubungan kecemasan ibu hamil terhadap kejadian preeklampsia di RSUD Majalaya Kabupaten Bandung.
Devita Elsanti, et al. (2016). Hubungan Antara Tingkat Stress Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Pre Eklamsi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas Kalibagor.
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019. Mataram.
Garza-Veloz, et al (2017). Maternal distress and the development of hypertensive disorders of pregnancy
Kartini Hariandiny Fadly, 2016. Karakteristik Penderita Preeklampsia berdasarkan faktor risiko di RSUP Adam Malik Medan Bulan Agustus sampai November 2016.
Katmini, (2018). Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Preeklampsia pada Ibu Hamil di kabupaten Kediri Jawa Timur.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2015. Profil Kesehatan Indonesia, Jakarta; 2019
Kirana, Rita (2014). Hubungan Preeklampsi dan perdarahan antepartum dengan kejadian kematian janin dalam rahim di ruang bersalin RSUD Ulin Banjarmasin, Jurnal An-Nadaa, Vol 1 No 2, Juni 2014.
Kordi, et al (2017). Anxiety during pregnancy and preeclampsia. Journal of Midwifery and Reproductive Health.
Manuaba, dkk (2012). Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC.
Manuaba (2012).IlmuKebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta : EGC.
Mochtar, ( 2014). Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC.
Morgan, Gery, Carole (2011). Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : EGC.
Notoadmodjo, 2015. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Nursalam (2013). Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis, Edisi 3. Jakarta : Salemba Medika.
Novita, N. 2011.Promosi Kesehatan Dalam Pelayanan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
Prawirohardjo, Sarwono (2015). Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka.
Putu Ferry Immanuel White, (2018). Analisis Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Puskesmas Talise.
Renita Muzalfah,dkk (2016). Kejadian Preeklampsia pada ibu bersalin di Puskesmas Sirampog.
Rohani (2011). Asuhan Kebidanan Pada Masa Persalinan. Jakarta: Salemba Medika.
Rukiyah, A. 2011. Asuhan Kebidanan Patologi. Jakarta : Trans Info Media.
Sabnam Omidvar et al, 2018. Associations of psychosocial factors with pregnancy healthy life styles
Saifudin, AB. 2015. Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : EGC.
Sibai BM, 2012. Etiology and management of hypertensionpreeclampsia. American journal of obstetric and gynecology.
Siti Fithrotul Umami (2014), Hubungan Kecemasan Ibu Hamil Dengan Pre Eklamsia Dalam Kehamilan Di Bidan Nurul Hidayat Amd.Keb Di Desa Gondang Beji Kabupaten Pasuruan
Sulistyawati, A 2012. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika
Saifuddin, AB, dkk (2015). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sugiyono (2014). Statistika Untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung.
Siswanto, S.Ap., MM, dkk (2017) Buku Metodologi Penelitian Kombinasi Kualitatif Kuantitatif Kedokteran dan Kesehatan : BOSSSCRIPT
Wiknjosastro, G. 2011. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT. Bina Pustaka
Yulia Nur Khayati, dkk (2018). Hubungan Stres dan Pekerjaan dengan Preeklampsia di wilayah Kabupaten Semarang.
Published
2022-12-29
How to Cite
Baiq Disnalia Siswari, Supiani, & Desak Gede Sri Baktiasih. (2022). Hubungan Stres dan Status Pekerjaan Ibu dengan Kejadian Preeklampsia di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat. ProHealth Journal, 19(2), 64-75. https://doi.org/10.59802/phj.202219261
Section
Articles