Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (Oat) pada Pasien TB

  • I Gusti Ayu Komang Lia Purnama Yanti Institut Teknologi Dan Kesehatan Bintang Persada, Mangunpura, Indonesia
  • Ni Made Ayu Sukma Widyandari Institut Teknologi Dan Kesehatan Bintang Persada, Mangunpura, Indonesia
  • Ni Putu Diwyami Institut Teknologi Dan Kesehatan Bintang Persada, Mangunpura, Indonesia
Keywords: ISPA, Knowledge, How to care

Abstract

TB patients' knowledge and motivation will have an impact on their compliance in implementing the treatment program. The better a person's knowledge, the more obedient they will be in carrying out quality treatment and the higher a person's motivation, the higher a person's enthusiasm will be to achieve healing. The aim of this research is to determine and describe the relationship between knowledge and motivation and adherence to taking anti-tuberculosis medication. The type of research used is cross-sectional. The population in this study was 136 patients with tuberculosis in the work area of ​​South Denpasar Health Center II with a sample size of 114. The measuring tool used was a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results show that knowledge and adherence to taking medication shows there is a relationship (p value 0. 089), motivation and adherence to taking medication shows there is no relationship (p value 0.279). Discussion: It can be concluded that there is no relationship between knowledge and motivation and compliance with taking anti-tuberculosis medication in TB patients, as community health center nurses need to carry out health education about TB and provide motivation to TB patients using a therapeutic approach.  

References

Adi Yeremia Mamahit. 2019. Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Penderita Tuberkulosis Paru Dengan Kepatuhan Minum Obat. ²Fakultas Keperawatan , Puskesmas Paniki Bawah

Anggraeni, d. e., & rahayu, s.r. 2018. gejala klinis tuberkulosis pada keluarga penderita tuberkulosis bta positif. higeia journal of public health research and development. vol 2(1): 91–101.

Craig, G. M., Joly, L. M., & Zumla, A. (2021). “ Complex ” but coping : experience of symptoms of tuberculosis and health care seeking behaviours - a qualitative interview study of urban risk groups , London , UK, 1–9.

Dian, Irawan Danismaya, Kartika Tarwati.2023, Hubungan Motivasi Dengan Minum Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberculosis Di Rsud Jampangkulon. Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Erawatyningsih, E., Purwanta, & Subekti, H. (2009). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Faktors Affecting Incompliance With Medication, 25(3), 117–124.

Himawan, A. B., Hadisaputro, S., & Suprihati. (2015). Berbagai Faktor Resiko Kejadian TB Paru Drop Out.

Indonesia. Kementerian Kesehatan RI (2023). Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022.— Jakarta :Kementerian Kesehatan RI

Kemenkes. (2019). Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Kumpulan Teori untuk Kajian Pustaka Penelitian Kesehatan.

Kemenkes RI. (2016). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta: Kementrialn Kesehaltaln RI

WHO. (2021). Global Tuberculosis Report. Geneva: WHO Library Cataloguing.

Kemenkes RI. 2021. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 20021. Jakarta : Gerdunas TB. Edisi 2 hal. 4-6.

Kristianti & Hamidah. (2020). Keperawatan Medikal Bedah Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.

Kenedyanti, e., & Sulistyorini, l. 2019. analisis mycobacterium tuberkulosis dan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. jurnal berkala epidemiologi. vol. 5(2): 152–162. https://doi.org/10.20473/jbe.v5i2.2017.152-162.

Kemenkes. (2019). Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.Yogyakarta: Nuha Medika.

Munro, S. A., Lewin, S. A., Smith, H. J., Engel, M. E., Fretheim, A., & Volmink, Melfi Helkrits Aseng (2021). Hubungan pengetahuan dan motivasi dengan kepatuhan minum obat tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas pengian kecamatan passi timur kabupaten boolang mongondow. Manado, Universitas Katolik De La Salleahun 2014,

Notoatmodjo, Naomi (2019). Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Tuberkulosis dengan Kepatuhan Minum Obat, 7(6), 41–45.

Pusat Daftar dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2021. Profil Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sigalingging et.al. (2019). Etiologi penyakit tuberkulosis. Jakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Sulinggih et.al . (2019). Respirologi (Respiratory Medicine). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Una 2018. Pengetahuan Dan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita TB Paru di Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang. Skripsi. http://www.fkm.undip.ac.id.

Sudarminta (2002) dalam Rachmawati (2019). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan . Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data.Jakarta: Salemba Medika.

Suarli, S., & Bahtiar, Y. (2013). Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis. Ciracas: Erlangga.

Suparyanto. (2010). No Title. Retrieved from http://dr-suparyanto.blogspot.co.id/2010/10/konsep-kepatuhan-1.html?m=1

Wayan, N., & Rattu, A. A. J. M. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keteraturan Minum Obat Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Modayag , Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Faktors Associated With Take Drug Regularity of Patients Pulmonary TB In the Work Area of Moday.

World Heallth Orgalnizaltion (WHO). 2022. Globall Tuberculosis Report 2022.

Published
2025-12-31
How to Cite
Yanti, I. G. A. K. L. P., Widyandari, N. M. A. S., & Diwyami, N. P. (2025). Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (Oat) pada Pasien TB. ProHealth Journal, 22(2), 132-139. https://doi.org/10.59802/phj.2025222186
Section
Articles